Akselerasi UMKM Berbasis Syariah melalui Inklusi Keuangan dan Digitalisasi di Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana percepatan bagi UMKM syariah dengan memanfaatkan teknologi digital dan inklusi keuangan berdasar informasi terbaru dari lembaga pemerintah. Metode yang diterapkan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan menyelidiki dokumen dari laporan OJK, BPS, dan Bank Indonesia untuk periode 2024-2025. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya masalah struktural yang ditunjukkan oleh rendahnya jumlah kepemilikan NIB yang hanya mencapai 1,22% dan laporan keuangan resmi yang hanya 3,51%. Ada juga perbedaan besar sekitar 30,01% antara tingkat pemahaman keuangan syariah yang mencapai 43,42% dengan akses keuangan syariah yang hanya 13,41%. Perubahan digital seperti QRIS, fintech syariah, dan alat filantropi (CWLS) telah terbukti menjadi pendorong untuk meningkatkan efisiensi dalam operasi dan keterbukaan. Sebagai kesimpulan, percepatan UMKM membutuhkan kerjasama antara penguatan legalitas, kemampuan digital, dan penyelarasan peraturan yang sesuai dengan prinsip Maqashid Sharia untuk menutupi kekurangan dalam inklusi. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan ekonomi UMKM di masa perubahan digital.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adinda Putri, C. A. R., & Fanesa Ahzara, M. S. N. (2026). Peran Pembiayaan Berbasis Bagi Hasil dalam Meningkatkan Stabilitas Keuangan Bank Syariah. 3(1), 32–44.
Adrian Fadel Ceasario, F. L. N. (2024). Transformasi Keuangan Digital dalam Perspektif Ekonomi Syariah : Peluang, Tantangan, dan Dampak Terhadap Inklusi Keuangan. Al-Rikaz: Jurnal Ekonomi Syariah, 3(1), 102–114. https://doi.org/10.35905/rikaz.v3i2.9596
Apriliya Maharani, A. J. (2025). Dampak Sistem Informasi Akuntansi, Literasi Keuangan, dan Inklusi Keuangan terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kabupaten Sumbawa. JURNAL MADANI: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Humaniora, 8(1), 23–37.
Bank Indonesia. (2025). Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2025: Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan.
Dea Safitri, C. V. (2025). Peran Fintech Syariah terhadap UMKM di Era Transformasi Digital (Kajian Konseptual dan Literatur Empiris). November.
Inge Salsabila Suryaman,Tatik Mariyanti, I. P. A. (2024). Strengthening MSMEs: Evaluating the Impact of Sharia Rural Banks on Welfare in Accordance with Maqashid Sharia. 7(2), 187–194.
Irwandi, S. R. R. W. S. A. (2025). Ethical finance and MSME resilience: Shariah banking contribution to Indonesia’s economic growth. Banks and Bank Systems. https://doi.org/10.21511/bbs.20(3).2025.07
Isfianadewi, D. (2024). The role of sharia microfinance institutions in developing MSMEs. 13(1), 252–266.
Jovita Ika Julaika, L. A. F. (2025). Pengaruh Inklusi Keuangan, Literasi Keuangan Syariah, Dan Digitalisasi Terhadap Pertumbuhan Aset Bank Umum Syariah. 4(2), 1036–1041.
Keuangan, O. J. (2025). Booklet Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025.
Kristina, A., & Yasin, M. S. (2026). The Role of Religious Brand Community Support in Enhancing Value Co-Creation in Religio-Centric Markets: Case Study in Religious Tourism Destinations. 3(1), 45–59.
Marro’aini. (2024). The Impact of Islamic Financing on Macroeconomic Stability in Indonesia. 8(2), 112–130. https://doi.org/10.22236/agregat
Mun, Z., Astuti, S. D., Riyadi, I., Khabibah, S., & Huda, N. (2025). Harmonisation Between DSN-MUI Fatwas and OJK Regulations: Towards an Innovative and Inclusive Sharia-Compliant Fintech Ecosystem in Indonesia. 24(1), 182–197.
Riduan Mas’ud, M. R. M. (2025). The Role of Legal and Regulatory Frameworks for Sharia-Compliant Financing in Promoting Innovation and Quality Enhancement in Indonesia’s Halal Industry. 7(2), 174–189. https://doi.org/10.15575/kh.v7i2.
Statistik, B. P. (2024). Profil Industri Mikro dan Kecil 2024.
Sunaryono. (2024). Pembiayaan Syariah dan Stabilitas Makroekonomi : Implikasi terhadap Perkembangan UMKM di Indonesia. 9(1).
Ulum, K. M., Ariyanti, S., Witro, D., & Nasyiah, I. (2025). Integration of Islamic Philanthropy with Financial Technology: The Case Study of Waqf towards Sustainable Funding in Indonesia. 16(1), 77–123.
Vibby Arifianto Pratiwi, M. I. J. (2026). Dampak Digitalisasi Terhadap Keuangan Usaha Mikro F & B di Surabaya. 3(1), 24–31.
Wahab, F. (2025). Revolusi Digital Perbankan Syariah: Mendorong Inovasi Keuangan Islam di Indonesia. Journal of Islamic Finance and Syariah Banking, 2(2).
Widya Sartika Hasibuan, I. L. (2024). Halal value chain integration in food court establishment through Cash Waqf Linked Sukuk: evidence from Indonesia. Cogent Business & Management, 11(1). https://doi.org/10.1080/23311975.2024.2385075
Yazid, M. H. (2025). Mengurai Hubungan Literasi Keuangan dan Pembiayaan UMKM (Studi Kasus Transformasi Ekonomi Mikro). 2(2), 79–92.
DOI: https://doi.org/10.52620/jseba.v3i1.374
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Andreas Sandy Vivaldo, Rifqi Yoga Eka Pratama, Zulfikar Sabila Ar Rusydi, Rakan Dzaky, Abdurrahman Ahmad Ar Rifa'i, Waluyo Waluyo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
| About the Journal | Journal Policies | Author | Information |
Journal of Sharia Economics, Banking and Accounting by Institut Nurul Islam Mojokerto is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






