Abstract


Tingkat kemiskinan di Kota Pekalongan menunjukkan fluktuasi yang cukup kuat selama dua dekade terakhir dengan tren penurunan yang belum stabil, sehingga diperlukan analisis prediktif untuk mendukung perencanaan kebijakan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi persentase tingkat kemiskinan di Kota Pekalongan hingga tahun 2027 menggunakan metode Double Exponential Smoothing (DES) dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS 26. Data yang digunakan merupakan data deret waktu persentase penduduk miskin Kota Pekalongan periode 2002–2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan. Analisis dilakukan dengan tahapan visualisasi data, pemodelan DES, evaluasi akurasi menggunakan MAE, MAPE, dan RMSE, serta pengujian residual melalui ACF dan PACF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model DES memiliki performa yang sangat baik dengan nilai MAE sebesar 0.787, RMSE 1.130, dan MAPE 9.823% yang termasuk kategori akurasi sangat baik. Analisis residual juga menunjukkan bahwa model memenuhi asumsi white noise. Hasil peramalan memperlihatkan tren penurunan tingkat kemiskinan dari 6,28% pada tahun 2025 menjadi 6,13% pada tahun 2027. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun penurunan tidak terlalu besar, tren arah kemiskinan di Kota Pekalongan cenderung membaik, sehingga hasil peramalan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perumusan strategi pengentasan kemiskinan yang lebih optimal.


Keywords


Peramalan; Double Exponential Smoothing; Kemiskinan; Deret Waktu; Akurasi Model